Bebaskan Anak Bermain Kotor Cegah Penyakit Saat Dewasa

Vera Farah Bararah
img
(Foto: naturaldigs)

Jakarta, Pernah mendengar istilah kotor itu baik? Ternyata sebuah penelitian di Amerika Serikat membuktikan orangtua yang membiarkan anaknya bermain di lumpur atau makan makanan yang jatuh ke lantai bisa melindungi anak dari penyakit jantung di kemudian hari.

“Penelitian kami menunjukkan lingkungan yang terlalu bersih di awal kehidupan bisa menyebabkan seseorang lebih mudah terkena peradangan saat dewasa nanti yang pada akhirnya meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit termasuk jantung,” ujar Thomas McDade ketua penelitian, seperti dikutip dari MSNNews, Kamis (10/12/2009).

Para peneliti dari Northwestern University, Illinois melihat data dari sebuah penelitian di Filipina yang melibatkan anak baru lahir hingga usianya mencapai 22 tahun. Data yang dikumpulkan merupakan 3.327 anak yang lahir pada tahun 1980-an di Filipina.

Anak-anak tersebut setiap dua bulan sekali selama dua tahun pertama kehidupannya dikontrol, lalu dilanjutkan setiap empat atau lima tahun hingga anak tersebut mencapai usia 20-an tahun. Beberapa hal yang diteliti adalah kebersihan dari lingkungan rumah dan juga sosial ekonomi keluarganya.

Tes darah yang dilakukan saat anak tersebut mencapai dewasa menunjukkan bahwa meskipun di Filipina banyak balita terkena penyakit infeksi dibandingkan anak-anak di Amerika, tapi kadar dari C-reactive protein (CRP) saat anak tersebut dewasa didapatkan 80 persen lebih rendah daripada Amerika. Di Filipina rata-rata konsentrasi CRP sebesar 0,2 mg/L sedangkan di Amerika 1-1,5 mg/L.

Penelitian yang diterbitkan Proceedings of the Royal Society adalah orang dewasa yang memiliki nilai CRP tinggi lebih banyak mengalami peradangan, hal ini berhubungan dengan terlalu bersihnya lingkungan bermain saat masih anak-anak. CRP adalah protein patologik yang ditemukan dalam darah jika terjadi peradangan akut atau adanya jaringan yang rusak.

“Pesan yang dibawa dari penelitian ini adalah pentingnya mengekspos mikroba dan bakteri umum sejak masih anak-anak, sehingga kekebalan tubuhnya sudah terbentuk,” ungkap profesor antropolagi di Northwestern University.

Bakteri dan mikroba ini mungkin tidak mengakibatkan penyakit klinis langsung, tetapi memainkan peranan yang penting dalam mendukung pembangunan sistem kekebalan tubuh.

Detikhealth.com

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

Populer