Gempa Padang Tertulis Dalam Al-Quran??

awan-allah2Pukul 17.16 waktu setempat, hari Kamis, 30 September 2009, Sumatera Barat diguncang dengan kekuatan 7,6 skala ricter (SR). Data terakhir menyebutkan, gempa di Padang sudah lebih dari 500 orang tewas yang sudah berhasil ditemukan dari reruntuhan. Diprediksi jumlah Korban tewas akan terus bertambah.

Betulkah gempa di Pariaman, Padang, Sumatera Barat itu sudah tertulis dalam al-Qur’an?? Menelisik waktu, tanggal serta bulan kejadian Gempa Padang, Sumatera Barat dengan mengkorelasikan ayat-ayat al-Quran. Dan hasilnya, Astagfirullah, aku berlindung dari azab dan murka-Mu, dalam dua ayat dari dua angka (waktu dan tangal-bulan) kejadaian gempa itu, Allah benar-benar membuktikan janji-Nya yang tertulis dalam al-Qur’an.

Pertama, dilihat dari waktu kejadian, yakni pukul 17.16 waktu setempat dikorelasikan dengan surat ke 17 (Al-Isra) ayat 16, dikutip dari al-Quran dan Terjemahnya, Departemen Agama, terjemahannya adalah:

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnyalah berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami). Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. (Surat 17 (Al-Isra) ayat 16).

Kedua, dilihat dari tanggal dan bulan kejadaian, atau Tanggal 30 Bulan ke 9 (September) terjadinya gempa dikorelasikan dengan surat ke 30 (Ar-Rum) ayat 9. Dikutip dari sumber yang sama, terjemah ayat tersebut adalah:

“Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri,” (surat 30:9)

Dan pada ayat selanjutnya atau ayat 10 surat yang sama , Allah berfirman: “Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu mengolok-oloknya,” (Surat 30:10).

Tidak bermaksud menjustifikasi, namun sekedar mengingatkan kembali, dalam lima tahun terakhir ini ada lima rentetan gempa bumi skala besar dengan menwaskan puluhan hingga ribuan orang. 26 Desember 2004, Gempa yang disertai badai Tsunami di Aceh dengan 133.029 korban tewas. 28 Maret 2005 Gempa Nias dan P Simeulue jumlah korban tewas 900 orang. Disusul dengan gempa di Selatan Yogyakarta pada 27 Mei 2006, 3.000 orang meninggal dunia.

Dua peristiwa gempa besar terjadi pada tahun September 2009, yakni di Tasikmalaya dengan korban tewas 85 orang. Dan terakhir Gempa mengguncang di Pariaman, Padang, Sumatera Barat, pukul 17.16 atau beberapa jam saja sebelum anggota DPR/MPR dilantik yang banyak menghabiskan dana belasan milyaran rupiah….

“Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali (dalam setahun) atau dua kali (dalam setahun), namun mereka juga (tidak mau) bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran” [QS Attaubah (9): 126]

Kutipan ayat itu bukan untuk menjustifikasi korban adalah pendosa, karena bisa jadi mereka korban dari tangan-tangan berdosa. Dari QS itu saya hanya ingin mnegatakan bahwa Tuhan tidak pernah alfa dengan janjinya, dan bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita itu patut menjadi moment evaluasi dan pertaubatan nasuha massal sembari tetap berempati…

karena bisa jadi, besok, lusa, bulan depan, tahun depan giliran daerah kita, dan kita lah yang menjadi korban…

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

Populer